Ia berharap sampai perayaan hari raya kurban nanti, seluruh hewan ternak baik itu yang ada di RPH maupun yang dijual langsung oleh masyarakat, tidak sampai tertular penyakit mulut dan kuku.
Baca Juga: Abdullah Al Hayad Arafah dan Nurul Ilmiah, Pemenang Duta Bahasa Sulawesi Tenggara 2022
“Jadi kekhawatiran masyarakat mengenai PMK yang ada di Pulau Jawa itu belum ditemukan di Sulawesi, apalagi di Sulawesi Tenggara. Sebab sapi-sapi yang masuk tempat ini kebanyakan didatangkan langsung dari Kabupaten Konawe Selatan,” terangnya.
Sementara itu, warga Kota Kendari Sinar Rezky mengharapkan agar penyakit mulut dan kuku tidak masuk di wilayah Sulawesi Tenggara khususnya Kota Kendari. Apalagi penyakit tersebut menjangkiti hewan ternak seperti sapi, kambing dan ternak lainnya.
"Semoga tidak masuk di sini itu PMK, karena kita tahu bersama bahwa lebaran Idul Adha yang identik dengan kurban sudah dekat. Sehingga masyarakat tidak was-was jika hendak membeli hewan kurban," tutupnya. (A)
