YOGYAKARTA, TELISIK.ID - Ribuan warga yang menghuni lereng kaki Merapi masih memilih tinggal di pengungsian. Abu vulkanik dan kepulan asap masih terus disemburkan dari kawah magma.

Sejumlah desa dengan radius lima kilometer dari bibir kawah masih diimbau untuk tidak kembali ke rumah mengingat lereng Merapi masih melelehkan lahar dingin dan dan semburan abu vulkanik.

Sejumlah kantong pengungsi masih dipadati para penyintas Merapi, salahsatunya di wisma Nugraha Mertoyudan Magelang. Di tempat ini, sedikitnya ada 270 jiwa lebih yang mengungsi.

"Alhamdulillah, hari ini, Indonesia Care telah berhasil menyalurkan kembali bantuan logistik bagi pengungsi di mertoyudan ini. Mulai dari beras, sayur mayur, masker, air mineral dan makanan ringan lainnya," ujar Direktur Eksekutif Indonesia Care, Lukman Azis, Jumat (13/11/2020).

Lukman mengungkapkan, bantuan dalam tahap emergency ini diperlukan para pengungsi minimal untuk bertahan hidup. Mereka butuh bantuan pangan, kesehatan dan air bersih.