“Warga Filipina yang saat ini berada di Jakarta harus berhati-hati dan waspada demi keselamatan, serta menghindari kerumunan besar yang dapat membahayakan diri mereka sendiri,” tulis imbauan resmi.

Inggris bahkan secara tegas menekankan agar seluruh warganya tidak ikut mendekati aksi-aksi massa yang berpotensi ricuh.

“Hindari semua protes, demonstrasi, serta demonstrasi mahasiswa dan politik karena dapat berubah menjadi kekerasan tanpa peringatan,” tulis imbauan Kedutaan Besar Inggris.

Sementara itu, Kanada menyebutkan bahwa aksi demonstrasi yang berlangsung sejak 25 Agustus sudah menimbulkan insiden kekerasan.

“Demonstrasi besar terjadi di Jakarta sejak 25 Agustus 2025. Insiden kekerasan sudah terjadi. Polisi telah merespons dengan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan massa,” tulis imbauan Kedubes Kanada.