Dalam laporannya, FAO menyoroti empat faktor utama yang digunakan untuk mengukur tingkat kelaparan di suatu negara.

Pertama, prevalensi kekurangan energi kalori, yaitu persentase populasi yang tidak mendapatkan cukup kalori untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka. Di Indonesia, masalah ini masih cukup besar terutama di daerah pedalaman dan terpencil

Baca Juga: Tujuh Satuan Polri Bakal Disematkan Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti dari Jokowi

Kedua, stunting pada anak, yaitu pertumbuhan yang terhambat akibat kekurangan gizi. Stunting masih menjadi masalah serius di Indonesia, dengan banyak anak-anak yang tidak mendapatkan nutrisi yang cukup selama masa pertumbuhan penting mereka.

Ketiga, wasting pada anak, atau berat badan yang terlalu rendah untuk tinggi badan mereka, juga menjadi indikator penting dari malnutrisi akut yang masih banyak ditemui di Indonesia.