Melansir Xinhua, Rabu (12/11/2025), Nissan, Mazda, dan Mitsubishi Motors tercatat mengalami kerugian bersih, sementara Toyota sebagai produsen mobil terbesar di dunia mencatat penurunan laba operasional sebesar 18,6 persen.

Ini menjadi pertama kalinya sejak krisis keuangan global 2008 Toyota mengalami kerugian operasional di wilayah Amerika Utara.

Selain itu, laba bersih Honda dan Subaru masing-masing menurun 37 persen dan 45 persen dibanding tahun sebelumnya. Penurunan tajam tersebut menggambarkan betapa besar dampak tarif baru terhadap daya saing produsen otomotif Jepang di pasar Amerika Serikat.

Kondisi semakin berat karena sebagian besar produsen memilih untuk tidak menaikkan harga jual kendaraan di Amerika Serikat. Langkah ini diambil demi mempertahankan pangsa pasar, namun berdampak pada menipisnya profit karena biaya produksi dan logistik meningkat tajam.

Baca Juga: 250 Tewas dalam Seminggu, Filipina Terhantam Dua Badai Mematikan Berturut-turut