Endang menyampaikan keheranannya akan sikap Ali Mazi yang tidak mau menunaikan janjinya kepada rakyat Lalembuu, padahal ia sudah terpilih dan menjadi Gubernur Sulawesi Tenggara.
Sepengetahuan Endang, Ali Mazi dinilai berbohong bukan saja kepada rakyat Kecamatan Lalembuu tapi hampir kepada semua rakyat Sulawesi Tenggara, karena selalu menjanjikan di mana-mana akan membangun infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan.
Di bidang infrastruktur, pembangunan jalan, jembatan, pelabuhan menurut Endang disebut dalam Undang-Undang sebagai infrastruktur dasar karena harus menjadi perhatian utama para kepala daerah. Itu berbanding terbalik dengan Ali Mazi.
Gubernur Sulawesi Tenggara yang kini juga adalah bacaleg DPR RI Dapil Sulawesi Tenggara asal Partai Nasdem itu justru dinilai banyak membangun proyek mercusuar yang bukan merupakan infrastruktur dasar kebutuhan rakyat dan menghabiskan anggaran triliunan rupiah.
Proyek-proyek mercusuar itu seperti pembangunan Jalan Kendari-Toronipa dengan panjang 14 Km telah menelan anggaran kurang lebih Rp 1,5 triliun. Rujab gubernur Ro 150 miliar, perpustakaan lebih dari Rp 100 miliar, Patung Oputa Yiko di Kota Baubau Rp 70 miliar, Rumah Sakit Jantung kurang lebih Rp 400 miliar. Juga Ali Mazi sementara membangun kantor gubernur 21 lantai dengan anggaran kurang lebih Rp 400 miliar.
