Peti matinya pun harus dibuatkan dari bahan logam dengan total 5.500 USD atau setara Rp 79 Juta. Charles Obong merupakan pejabat senior di Uganda dan bekerja di kementrian umum dari tahun 2006 sampai 2016.
Dilansir Cnnindonesia dari Daily Monitor melaporkan bahwa Obong meninggal pada 17 Desember 2016 setelah menderita sakit kronis. Ia kemudian dimakamkan di kampung halamannya di Distrik Lira, Uganda.
Pemakaman Charles Obong menjadi perdebatan yang sangat menghebohkan di Uganda dan disebut-sebut telah melanggar kebijakan Uganda.
Baca Juga: Fakta Atau Hoax Game Omicron Buatan Bill Gates? Berikut Penjelasannya
Pemakaman itu telah melanggar kebijakan anggaran maksimal pemakaman yang diperbolehkan bagi pejabat negara dan anggota legislatif di negara Uganda.
