Namun mahasiswa bahkan alumni takut menyampaikan kebenaran praktek jual beli skripsi tersebut.

Tim Telisik.id berusaha melakukan konfirmasi, namun hingga berita ini dibuat belum ada pihak kampus yang memberikan keterangan.

Pasca keributan, kampus dalam keadaan kosong.

Sementara itu, Ketua STAI Syarif Muhammad, L. Irian, saat dihubungi melalui sambungan telepon belum memberikan jawaban terkait pemecatan dosen dan dugaan jual beli skripsi itu.

"Saya masih dikedukaan pak," kata mantan Kepala BKD Muna itu. (B)