JAKARTA, TELISIK.ID - Lithium merupakan bahan baku pembuat baterai dan sangat penting bagi industri energi. Produksi lithium juga diprediksi melonjak akibat permintaan produk kendaaan listrik (electric vehicle/EV).
Mengutip dari Sindonews.com, Menurut The Review, produksi lithium global turun 19,2% pada 2019 menjadi 77.000 metrik ton, tetapi itu masih hampir empat kali lipat dari tingkat produksi dari satu dekade lalu.
Penurunan produksi tahun 2019 disebabkan oleh kelebihan pasokan yang membuat harga jatuh. Namun, selama lima tahun ke depan produksi lithium diproyeksikan hampir tiga kali lipat karena pembelian kendaraan listrik (EV) terus melonjak.
Australia dan Chili telah bertukar posisi sebagai negara penghasil lithium terbesar di dunia selama beberapa dekade terakhir. Tetapi Australia telah secara agresif mengembangkan cadangan lithium-nya, dan produksinya melonjak hampir 170% pada tahun 2018 untuk menempatkan Australia di tempat pertama secara global.
Sementara menurut data survei geologis Amerika Serikat (AS) atau US Geological Survey, total produksi lithium di seluruh dunia mencapai 100 ribu metrik ton pada 2021. Jumlah ini meningkat 21,2?ri produksi tahun sebelumnya yang berjumlah 82,5 ribu metrik ton.
