Artinya: “Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Mahapengampun lagi Mahapenyayang.” (QS An Nisa 110).
Mengutip NU Online, seorang ahli hikmah, Syekh Syihabuddin Ahmad ibn Hajar al-‘Asqalani dalam kitabnya al-Munabbihat ‘ala al-Isti‘dad li Yaumil Mi‘ad, mengatakan tidak ada yang bisa memastikan apakah taubat seorang hamba diterima atau tidak. Namun setidaknya ada enam hal yang menandakan taubat seseorang diterima oleh Allah SWT. (Syekh Nawawi, Nasha’ih al-‘Ibad, hal. 49).
Baca Juga: Begini Cara Mengusir Jin dari Rumah Sesuai Syariat Islam
1. Di dalam hati seorang yang bertaubat lahir kesadaran bahwa dirinya tidak terpelihara dari dosa. Ini berarti, kapan pun dirinya bisa terjerumus lagi ke dalam perbuatan dosa, baik dosa yang telah ditaubati maupun dosa yang berbeda.
Atas dasar itu, dia selalu berhati-hati menghadapi hal-hal yang sekiranya bisa mengantarkan dirinya jatuh lagi pada kubangan yang sama dan kembali berbuat nista.
