Sedangkan peniup selongsong api akan membakar pakaianmu atau engkau mencium bau asap darinya,” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).    

4. Melihat perkara dunia yang sedikit sebagai sesuatu yang banyak di hadapan dirinya. Sebaliknya, melihat perkara akhirat yang banyak sebagai sesuatu yang sedikit. Sang hamba yang bertaubat ingat bahwa sesedikit apapun kekayaan dunia, halalnya akan dihisab dan dipertanggungjawabkan, sedangkan yang haram akan disiksa. 

Baca Juga: Ini Penjelasan Al-Quran Mengenai Pentingnya Doa Seorang Ayah untuk Anaknya

5. Diri dan hatinya sibuk dengan perkara-perkara yang dibebankan Allah kepada dirinya, sedangkan terhadap perkara-perkara yang telah dijamin oleh Allah, tak sedikit pun meresahkannya. Di antara perkara yang dibebankan Allah adalah tuntutan syariat-Nya (taklif), baik tuntutan untuk dilaksanakan maupun tuntutan untuk ditinggalkan, baik yang bersifat wajib maupun yang bersifat sunnah. Sedangkan perkara yang telah dijamin di antaranya rezeki, umur, jodoh, kematian, dan sebagainya. 

6. Selalu menjaga lisan. Hal ini lahir dari kesadaran bahwa banyak membicarakan perkara yang tidak berguna, sama dengan mengantarkan dirinya kepada pintu kemaksiatan, sebagaimana yang diingatkan Rasulullah: