Baca Juga: Betapa Ruginya Orang yang Melewatkan Salat Subuh

Dilansir dari ntb.kemenag.go.id, Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, salah seorang istri Nabi shallallahu alaihi wasallam, beliau mengatakan,

“Sesungguhnya wasiat terakhir Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menjelang wafat adalah, "Jagalah salat serta perhatikanlah hamba sahaya kalian.’” Beliau terus-menerus mengulang perkataan tersebut dan lisan beliau tidak berhenti.” (HR. Ahmad no. 26483, 26684 dan An-Nasa’i dalam Sunan Al-Kubra no. 7060. Sanadnya dinilai sahih oleh Al-Albani dalam Al-Irwa’ 7: 238)

Tak diragukan lagi, ini menunjukkan tingginya kedudukan salat dalam Islam dan betapa besar perhatian Nabi shallallahu alaihi wasallam dalam masalah salat.

Tapi Ironisnya, banyak di tengah-tengah kaum muslimin yang menjadikan isra’ mi’raj sebagai perayaan, namun di saat yang sama mereka meninggalkan dan menyia-nyiakan salat terutama salat berjamaah. Mereka meremehkan salat. Lalu, di manakah posisi Nabi shallallahu alaihi wa sallam  sebagai teladan dalam salat?