Elvi melanjutkan, ada pula nama makanan yang cukup unik, yaitu “gorrjag’. Kata ini merupakan singkatan dari goreng jagung. Gorejag juga adalah sinonim dari ngorejat yang dalam bahasa Sunda artinya terkejut.

Dikutip dari Detik.com, Elvi melihat bahwa orang Sunda ini kreatif. Kreatif, unik, tapi tidak meninggalkan akarnya. Orang Sunda juga dikenal humoris, jadi nama-namanya juga tidak terlalu serius, tapi justru ini yang diingat.

Dari penelitiannya itu, Elvi memaparkan jika ada nilai-nilai lokal yang penting untuk diangkat pada makanan tradisional Sunda. Jika penelitian ini bisa dilanjutkan ke linguistic landscape, diharapkan hasil dari penelitiannya bisa menjadi dokumentasi tata nama makanan Sunda.

Selain namanya yang unik, bagi dia, kuliner Sunda tidak kalah enak rasanya dengan jenis kuliner lainnya. Hal ini seyogyanya menyadarkan masyarakatnya untuk terus mempromosikan kuliner Sunda yang pasarnya bisa untuk semua kalangan. (C)

Penulis: Adinda Septia Putri