“Saya maju di gubernur ini, bukan untuk menjadi penguasa. Tetapi bersama rakyat mewujudkan cita-cita nasional dan cita-cita daerah Sulawesi Tenggara yang intinya kesejahteraan rakyat. Kesejahteraan yang mendasar adalah masyarakat terbebas dari tekanan hidup, inti dari itu adalah terbebas dari kemiskinan" katanya.
Menurut Hugua, Potensi Sumber Daya Alam (SDA) Sultra sangat kompleks mulai dari sektor pertanian dan perikanan yang memberi kontribusi sekitar 22 persen dari PDRB, sektor pertambangan sekitar 13 persen dan sektor pariwisata yang tentu mestinya ajaib.
"Saya selalu bilang Sulawesi Tenggara itu 'amazing' dari sektor pariwisata karena ada semuanya di Sultra mulai dari gunung, laut, rawa, sungai, pantai, terumbu karang, air terjuan, flora dan fauna endemik sultra, kuliner, budaya dan semuanya hebat-hebat serta kualitasnya berkelas dunia" lanjutnya.
Menurut Hugua, jika sektor pariwisata berkembang dengan baik maka akan mendorong usaha-usaha lain berkembang dengan pesat, mulai industri kreatif, dinamisasi pasar, kuliner, hotel dan restoran, transportasi, pertanian, perikanan dan lain-lain.
Dari aspek geografis, lanjut Hugua, Sultra adalah pusat Alur Laut Kepulauan Indonesia 3 (ALKI 3) sebagai penghubung utama antara kawasan di Indonesia maupun antar negara-negara yang ada di Benua Asia, Benua Australia dan Benua Amerika.
