Penampakan aneh ikan laut dalam sebagian besar merupakan cerminan dari lingkungan ekstrem yang mereka tinggali. Sebagian besar laut dalam (200 meter di bawah permukaan laut), memiliki sistem tekanan tinggi, rendah cahaya, dan minim ketersediaan makanan seperti dilansir dari Kompas.com.

Suhu di laut dalam juga jauh lebih dingin daripada bagian lautan lainnya, dengan suhu rata-rata 4 derajat celsius. Tanpa banyak kesempatan untuk menemukan makanan, ikan laut dalam telah mengembangkan sifat untuk membantu mereka menangkap mangsa, salah satu yang paling menakutkan adalah rahang yang besar.

Misalnya, ikan viper Sloane (Chauliodus sloani) memiliki taring yang sangat besar sehingga tidak dapat menutup mulutnya tanpa menusuk otaknya. Gigi setajam silet ini juga transparan, artinya mereka bisa menyembunyikan senjatanya dari pemangsa.

Meski demikian, sebuah penelitian terbaru yang dipimpin Elizabeth Miller dari University of Washington menyebut laut dalam yang gelap dan dingin pernah menjadi tempat favorit ikan-ikan.

Tidak semua spesies memiliki kombinasi sifat dan fisik yang tepat untuk bertahan hidup di laut dalam dan memanfaatkan sumber daya yang relatif terbatas di luar jangkauan sinar matahari.