Saat itu Maurice mengacuhkan perkataan rekannya. Dia meyakini bahwa penemuan baru itu tidak akan terjadi kecuali melalui penelitian dengan menggunakan ilmu modern dan peralatan pendukung yang canggih.
Kemudian salah satu seorang dokter bedah mengatakan, “Sesungguhnya Al-Qur'an kitab suci umat Muslim telah menceritakan kisah tenggelamnya Firaun dan keutuhan tubuhnya setelah dia tenggelam di laut.”
Maurice Bucaille tercengang tak percaya dan heran mendengarnya. Dia bertanya-tanya, bagaimana hal itu bisa terjadi padahal mumi itu belum ditemukan hingga tahun 1898 M atau ± 200 tahun yang lalu, sementara Al-Qur'an kitab suci umat Muslim sudah menginformasikan lebih dari 1400 tahun yang lalu.
Menurut Maurice, hal tersebut mustahil, tidak masuk akal. Bagaimana mungkin terjadi, padahal seluruh manusia termasuk juga bangsa Arab tidak mengetahui apapun tentang orang-orang Mesir kuno.
Pertanyaan-pertanyaan tersebut semakin berkecamuk di benak Maurice, membuat dia berpikir keras tentang Al-Qur'an.
