Maurice akhirnya duduk seorang diri mengamati mumi yang berada tepat di hadapannya seraya berkata, “Apakah logis bahwa mumi di hadapanku ini adalah Firaun yang mengejar Musa as?”
Meski telah mengajukan beberapa pertanyaan sangkalan terhadap informasi Al-Qur'an, dia tetap gelisah sampai-sampai tidak dapat tidur pulas.
Dalam agamanya, kitab suci umat Kristiani (Injil Matius dan Lukas) memang menceritakan tentang tenggelamnya Firaun ketika mengejar Musa as tetapi tidak menyebutkan keutuhan jasadnya.
Esok harinya Maurice meminta kepada rekannya sesama ahli bedah untuk membawa kitab Taurat, kitab suci umat Yahudi.
Rekannya membaca Kitab Keluaran (Exodus), tetapi kitab ini tidak membahas tentang keutuhan jasad Firaun setelah tenggelam bersama bala tentaranya.
