Setelah program penelitian selesai, Prancis mengembalikan mumi tersebut ke Mesir.

Maurice memutuskan pergi ke Arab Saudi untuk mencari jawaban dari pertanyaan-pertanyaannya. Dia menghadiri konferensi yang membahas keutuhan jasad Firaun, dan ingin bertemu secara langsung dengan para ilmuwan Muslim di bidang anatomi.

Ketika acara berlangsung, seorang ilmuwan muslim berdiri dan membaca sebuah ayat yang berbunyi:

“Maka pada hari ini Kami selamatkan jasadmu agar engkau dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang setelahmu, tetapi kebanyakan manusia tidak mengindahkan tanda-tanda (kekuasaan) Kami.” (QS. Yunus: 92).

Tentu saja Maurice kaget dan tercengang. Dia semakin yakin kitab suci umat Muslim, Al-Qur’an berasal dari Tuhan Semesta Alam. Cahaya kebenaran Al-Qur’an merasuk ke lubuk hatinya.