Penelitian menyebutkan bahwa hormon tersebut akan menyebabkan stress yang tinggi terjadi ketika laki-laki berkhalwat dengan wanita asing atau bukan mahram dan stres tersebut akan terus meningkat pada saat wanitanya memiliki daya tarik lebih besar. Hormon kortisol ini tidak akan terjadi ketika laki-laki bersama dengan wanita yang merupakan saudaranya sendiri atau saudara dekat atau ibunya sendiri. 

Ketika laki-laki bersama dengan perempuan asing di sisinya, dia akan membayangkan bagaimana membangun hubungan dengannya dan dalam penelitian lain, dijelaskan bahwa situasi seorang laki-laki ketika membayangkan tentang wanita dan memikirkannya dilakukan secara berulang-ulang akan menyebabkan timbulnya penyakit kronis dan masalah psikologi yaitu depresi.

Fakta ilmiah ini menjadi penegasan atas larangan Nabi Muhammad mengenai haramnya berduaan dengan lawan jenis yang bukan mahram.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Janganlah salah seorang di antara kalian berkhalwat (berdua-duaan) dengan seorang wanita karena sesungguhnya setan menjadi orang ketiga di antara mereka berdua." (H.r. Ahmad, 1:18; Ibnu Hibban (lihat Shahih Ibnu Hibban, 1:463); At-Thabrani dalam Al-Mu'jam Al-Aushath, 2:184; Al-Baihaqi dalam Sunan Al-Baihaqi, 7:91; dinilai shahih oleh Syekh Al-Albani dalam Ash-Shahihah, 1:792, no. 430).

Al-Munawi menjelaskan, "yaitu setan akan menjadi orang ketiga di antara keduanya, dengan membisiki mereka untuk melakukan kemaksiatan, menjadikan syahwat mereka berdua bergejolak, menghilangkan rasa malu dan sungkan dari keduanya, serta menghiasi kemaksiatan hingga tampak indah di hadapan mereka berdua.