"Itu sudah dipelajari. Saya memiliki analisis-analisis dari semua negara. Ada semuanya kebijakan mereka apa, mereka melakukan apa, hasilnya seperti apa. Semuanya dari Kemenlu sehingga terus kita pantau setiap hari," katanya.
Selain itu, Ia juga menegaskan, saat ini di Indonesia masih menerapkan physical distancing atau jaga jarak. Penyebutan istilah ini berubah dari sebelumnya yakni social distancing.
Ia meyakini, jika imbauan jaga jarak dilakukan maka persebaran COVID-19 dapat dicegah. Namun Jokowi mengingatkan, perlu disiplin yang kuat untuk menerapkan physical distancing.
"Jika itu dilakukan saya yakin kita bisa cegah penyebaran COVID -19, tapi perlu disiplin yang kuat, ketegasan kuat, jangan sampai yang sudah diisolasi, saya baca berita, sudah diisolasi masih bantu tetangga hajatan," tambahnya.
Baca juga: Karyawan Berstatus ODP, Minimarket di Konawe Disemprot Disinfektan
