KENDARI, TELISIK.ID - Rencana kedatangan 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) China di Sulawesi Tenggara (Sultra) memicu beragam respon semua kalangan tanpa terkecuali para Akademisi di Universitas Haluoleo (UHO) Kendari.
Dosen Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan UHO Kendari, Dr. Nur Arafah, SP, M.Si menyampaikan beberapa point mengenai kesepakatannya menolak datangnya TKA China di bumi anoa.
Pertama, Karena sesuai dokumen Amdal bahwa PT.VDNI akan memprioritaskan tenaga kerja lokal, jika ada yang belum terampil akan dilatih kompetensinya, nyatanya sampai saat ini belum ada informasi soal itu.
Kedua, komitmen hukum dalam izin lingkungan PT.VDNI untuk menghindari dan mengelola persepsi negatif apalagi sampai terjadi keresahan masyarakat.
Persepsi negatif sudah jelas ada dan keresahan sudah berulang kali. Ini menunjukan bahwa PT.VDNI telah melakukan pelanggaran terhadap ijin lingkungan.
