Feromon ini merupakan aroma kimia yang ada dalam urin dan kotoran kucing. Di alam liar, kucing dominan termasuk dari genus Panthera, seperti singa, harimau, macan tutul, dan jaguar bersaing memperebutkan wilayah.
Baca Juga: Rasakan Sensasi Unik Wisata Terapi Ikan di Uwe Kohondao Liya Togo Wakatobi
Mereka seringkali tidak mengubur kotorannya sebagai tanda atau klaim atas wilayah tertentu. Sementara kucing yang lebih kecil, lebih lemah, atau lebih patuh, mengubur kotorannya sebagai cara untuk memastikan bahwa kucing dominan tidak merasa tertantang.
Kucing liar juga akan menyembunyikan kotorannya untuk menghindari perhatian yang tidak diinginkan dari pemangsa ke dirinya sendiri atau sarang anak kucingnya.
Kucing dalam ruangan yang didomestikasi (Felis catus) memiliki naluri melindungi diri yang sama kuatnya. Meskipun tidak ada pemangsa di rumah, kucing mungkin tidak begitu yakin dan akan mengubur kotorannya untuk berjaga-jaga. (C)
