Setan juga musuh bebuyutan yang selalu mengintai manusia untuk mengiringnya menuju jurang kebinasaan. Selanjutnya hawa nafsu yang selalu menghalang-halangi di jalan Allah. Musuh berikutnya adalah dunia dengan segenap tipuan dan perhiasannya. Seorang yang ma’shum adalah orang yang dilindungi oleh Allah. Maka, jauhilah sikap gegabah dan bosan dalam menjalankan ketaatan, serta sikap lalai di hadapan Allah SWT. Karena Nabi bersabda  yang diriwayatkan Abu Hurairah.

“Demi Allah, seandainya kalian tidak  dosa tentu Allah akan menyingkirkan kalian semua dan mendatangkan suatu kaum yang berbuat dosa, lalu mereka memohon ampun kepada Allah dan Allah mengampuni mereka”. (HR.Muslim).

Baca Juga: Lakukan Hal Ini untuk Bahagiakan Orang Tua

Akan tetapi ada satu masalah yang mesti diperhatikan yakni bahwa banyak orang yang meyakini bahwa istigfar itu hanya dilakukan dengan lisan. Salah seorang dari mereka membaca “Astagfirullah (aku memohon ampun kepada Allah)”. Namun, kemudian tidak ada bekas yang ditinggalkan kalimat ini di dalam hati, sebagai mana tidak ada pengaruhnya yang bisa disaksikan pada anggota badan. Istighfar semacam ini pada hakikatnya adalah pebuatan para pendusta.

Dahsyatnya Kekuatan Istigfar