Pemerintah terus memantau perkembangan harga minyak dunia yang belum stabil atau memiliki volatilitas yang cukup tinggi. Selain itu, pemerintah juga menunggu pengaruh dari pemotongan produksi OPEC+ sekitar 9,7 juta barel per hari pada Mei – Juni 2020.

"Selain itu kita juga mengamati rencana pemotongan sebesar 7,7 juta barel per hari pada Juli hingga Desember 2020 serta 5,8 juta barel per hari pada Januari 2021 hingga April 2022," tambah Arifin.

Sementara, VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fajriyah Usman menjelaskan alasan perseroan belum menurunkan harga bahan bakar minyak atau BBM kendati harga minyak mentah belakangan anjlok.

Baca juga: Keluar Masuk Muna Wajib Cek Suhu Tubuh dan Bermasker

Salah satunya adalah harga BBM bersubsidi atau penugasan yang belum pernah naik sejak 2016 lalu.