Dengan adanya tambahan marjin di SPBU sekitar US$ 10 sen per galon, maka harga jual BBM akan menjadi sebesar US$ 1,37 per galon atau setara US$ 0,36 sen per liter. apabila dirupiahkan, harga jualnya menjadi Rp 5.422 per liter dengan asumsi Rp 15.000 per dolar Amerika Serikat.
Lebih jauh Fajriyah menuturkan perseroan juga melakukan kajian agar ekosistem migas berjalan dan kemandirian terjadi. Sehingga, seluruh SPBU masih beroperasi melayani masyarakat dan kegiatan operasi dari hulu hingga ke kilang tetap bisa dilakukan.
"Walaupun ada kilang disetop operasinya namun secara umum kemandirian energi tetap kami jaga. Sehingga dalam hal ini Indonesia tidak ada krisis di bidang energi," tutur Fajriyah, dikutip tempo.com.
Dengan pertimbangan-pertimbangan itu lah, kata Fajriyah, kebijakan perseroan diambil. Ia menegaskan penetapan harga dipengaruhi banyak faktor dan tidak hanya ditentukan oleh harga minyak mentah dunia.
Reporte: Muhammad Israjab
