MALANG, TELISIK.ID - Tragedi Kanjuruhan merupakan imbas dari kerusuhan dalam lanjutan Liga 1 antara Arema FC dengan Persebaya Surabaya. Laga itu berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022).
Singo Edan menelan kekalahan 2-3 dari Bajul Ijo dalam laga itu. Kekalahan itu membuat penonton masuk ke lapangan, memicu petugas keamanan menembakkan gas air mata. Karena kepanikan di tribun, situasi menjadi tak terkendali dan berujung tragedi.
Korban jiwa dalam tragedi Kanjuruhan terus bertambah. Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak mengungkapkan, kini sudah ada 174 orang meninggal.
"Data BPPD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Jatim pada jam 09.30 tadi masih 158, tapi pas jam 10.30 tadi jadi 174," kata Emil dilansir dari detik.com.
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD membeberkan alasan polisi menggunakan gas air mata ke arah penonton di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Sabtu (1/10/2022) malam.
