Dilansir dari Sulses.idntimes.com, teori nama "Sulawesi" yang kerap jadi rujukan datang dari sejarawan-sosiolog asal Manado bernama F.S. Watuseke. Dalam artikel makalah "On the Name Celebes" yang terbit pada 1974, ia menulis bahwa namanya berasal dari gabungan dua kosa kata lokal. Yakni sula ("pulau") dan besi yang merujuk pada salah satu mineral.
Menurut Watuseke, kata besi ini diduga merujuk pada kandungan besi yang berada di sekitar Danau Matano, Kabupaten Luwu Timur. Bassi sendiri adalah bahasa Bugis untuk "besi". Tapi, kata "sula" sulit ditemukan asalnya dalam bahasa lokal, mengingat sebutannya di lidah orang Bugis adalah "libukeng". Namun, keberadaan nama Pulau Sulabes di Maluku Utara bisa menjadi petunjuk tentang asal muasal nama Sulawesi.
Celebes banyak digunakan dalam peta dan catatan pelaut sejak abad ke-15. Otoritas VOC dan pemerintah Hindia-Belanda juga menggunakan nama tersebut. Tapi namanya diubah menjadi Sulawesi saat Jepang berkuasa dari tahun 1942 hingga 1945.
Setelah Indonesia merdeka, sebutan Sulawesi tetap digunakan. Seluruh penerbitan dan media massa berbahasa asing tak lagi menggunakan istilah Celebes pada 1946, dan dipandang sebagai sebutan tak formal untuk pulau yang menyerupai huruf K tersebut.
Dalam artikel ilmiah lain yang ditulis Wahyu Kusdyantono berjudul Terbentuknya Sulawesi, Alfred Russel Wallace dan Misteri Sulawesi yang Menghantuinya Selama 150 Tahun, di laman resmi Universitas Gajah Mada (UGM), kata Sulawesi juga memiliki makna besi dalam bahasa Jawa.
