Sebuah penelitian menemukan bukti bahwa pada makanan yang ditiup terdapat jamur spesies Candida sp. dan Saccharomyces sp.

Baca juga: Puasa Asyura di Bulan Muharram, Ini Keutamaannya

Selain itu, kandungan karbondioksida dari hembusan napas juga turut memperburuk kondisi makanan dan minuman panas.

Menurut reaksi kimia, apabila uap air dari panas makanan bereaksi dengan karbondioksida dari uap mulut maka akan membentuk senyawa asam karbonat yang bersifat asam.

Asam karbonat ini mengganggu pH dalam darah sehingga membuat tubuh mudah terpapar radikal bebas.