Baca Juga: Doa Melihat Bulan, Langit ataupun Sesuatu yang Indah

Ada apa dengan takwa dan akhlak, sehingga Rasul seakan membatasi amal saleh yang memasukkan ke surga pada dua amalan tersebut.

Mengutip Kompasiana.com, jawaban atas tanda tanya tersebut dijelaskan oleh Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam kitabnya Al-Fawaid. Beliau jelaskan bahwa, ''takwa kepada Allah (taqwallah) menjaga hubungan seorang hamba dengan Rabb-nya, sedangkan akhlak baik (husnul khuluq) menjaga hubungan seorang hamba dengan sesama". 

Hal itu dikarenakan akhlak mulia merupakan timbangan amal baik paling berat. Dari Abu Darda', Nabi SAW bersabda:

"Tidak ada sesuatu amalan yang jika diletakkan dalam timbangan lebih berat dari akhlak yang mulia. Sesungguhnya orang yang berakhlak mulia bisa menggapai derajat orang yang rajin puasa dan rajin salat." (HR at-Tirmidzi).