KENDARI, TELISIK.ID - Pasangan dapat memahami bagian otak yang paling sensitif terhadap hubungan intim, karena aktivitas seksual terbukti memengaruhi sistem saraf, emosi, hingga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Berhubungan intim dikenal mampu memberikan kebahagiaan emosional, mengurangi stres, dan menjaga kesehatan jantung. Penelitian medis menunjukkan bahwa kegiatan seksual tidak hanya berdampak pada organ reproduksi, melainkan juga pada cara kerja otak serta pelepasan hormon yang terlibat dalam sistem penghargaan tubuh.

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Health and Social Behavior tahun 2016 menemukan bahwa wanita yang merasakan hubungan seksual memuaskan dapat memiliki risiko lebih rendah terhadap tekanan darah tinggi.

Hal ini dikaitkan dengan aktivitas hormon yang bekerja di otak serta pengaruhnya terhadap tubuh.

Selain itu, banyak penelitian menekankan bahwa efek hubungan intim terhadap tubuh berhubungan erat dengan aktivitas otak.