Sang ibu ikut menangis mendengar cerita itu dan berkata, "Saudaramu itu biasa meringan-ringankan (menggampangkan) salat dan mengakhirkannya, hingga waktunya hampir habis!"

Sebagian ulama menyatakan, bahwa tidak mengapa salat menjelang akhir waktu, asal belum masuk kepada waktu salat selanjutnya. Kemudian, tidak ada maksud untuk menyepelekan salat itu kecuali benar-benar karena situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan.

"Hanya saja ia akan kehilangan keutamaan salat pada awal waktu," kata Habib yang juga alumni Darul Musthofa Tarim Hadhramaut Yaman itu.

Rasulullah SAW bersabda, "Amal perbuatan yang paling disukai Allah adalah salat pada awal waktu." Beliau juga bersabda, "Kelebihan (salat) pada awal waktu dibanding pada akhir waktu adalah seperti keutamaan akhirat atas dunia".

Dalam riwayat lainnya, Nabi SAW bersabda, "Barangsiapa salat pada awal waktu, maka naiklah salatnya itu ke langit dengan diliputi cahaya hingga sampai di 'Arsy, lalu ia (salat itu) membacakan istigfar untuk orang yang melakukan salat itu hingga hari kiamat, sambil berkata: "Semoga Allah memeliharamu," sebagaimana engkau memelihara aku. Jika, seseorang itu salat tidak pada waktunya (ghairi waqtiha, menunda-nunda hingga masuk pada waktu salat selanjutnya), maka salat itu akan naik ke langit diliputi kegelapan. Dan bila sampai ke langit, ia dilipat bagaikan baju yang rusak, lalu dilemparkan ke wajah orang yang melakukannya itu."