Dengan content pillar, sebuah perusahaan atau lembaga akan lebih terencana, rutin dan terkategori sehingga menghasilkan konten yang menarik untuk memperkuat identitas atau branding di mata masyarakat.

Beberapa media sosial seperti Instagram, Tiktok, Pinterest dan lainnya, sebenarnya sudah mempunyai tampilan feature yang sangat mendukung untuk content pillar, yaitu dengan bentuk feed yang di kotak-kotakkan.

Sebelum membuat content pillar, kita harus melakukan riset pasar terlebih dahulu, yaitu dengan melihat isu yang sedang hangat diperbincangkan masyarakat. Selain riset pasar, riset tren juga perlu dilakukan. Riset tren ini bisa mencakup unsur bahasa, desain, warna yang sedang disukai oleh masyarakat akhir-akhir ini.

Setidaknya ada tiga jenis konten yang bisa dibuat dalam content pillar. Pertama head term, yaitu topik yang sangat umum dan general yang biasa dibahas oleh masyarakat, contohnya seperti topik penyakit gigi.

Kedua adalah core topik, inilah topik inti yang sebenarnya ingin kita sampaikan kepada masyarakat, juga untuk membantu memperjelas head term yang sudah menjadi pengantar di konten pertama, contohnya seperti topik cara mencegah penyakit gigi.