Ketiga yaitu sub topik, topik ini bisa berisi topik tambahan yang bisa menjadikan konten website atau media sosial lain sebagai sumber referensi, contohnya seperti topik cara merawat gigi, makanan yang merusak gigi, dan lain-lain. Sub topik juga biasanya diisi dengan eksekusi ajakan atau marketing brand dari si pembuat konten.
Baca Juga: Cuaca Buruk, Satgas Kebersihan Kota Kendari Pangkas Pohon di Jalan Protokol
Menurut Mahmur, seorang social media specialist tidak boleh sembarang dalam mengupload konten, juga tidak boleh terlalu sering dan baku. Pengepost-an konten bisa dilakukan setidaknya tiga kali dalam seminggu dengan hari yang berselang dan rutin.
Ketua Balai Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM) di Kendari, Yosep Nahak Klau mengaku, ilmu konten dan marketing digital sangat bermanfaat untuk dapat membangun identitas lembaga yang ia pimpin menjadi lebih kuat dan dikenal masyarakat.
Sebagai wartawan di salah satu media cetak di Kota Kendari, Agus juga mengatakan, ilmu membuat konten digital memberikan inspirasi baru baginya untuk memberikan informasi dengan cara yang menarik sebagai wartawan. (A)
