Mereka geram terhadap FPM yang berencana menggelar kegiatan tersebut. Pasalnya menurut mereka 100 hari kerja H2N bukan merupakan sebuah program yang dijanjikan pada saat kampanye.
Baca Juga: 40 persen Wilayah di Mubar Tak Tersentuh Jaringan Internet
Frans, salah satu pendukung setia H2N dalam postingan status di salah satu group Facebook, menulis H2N tidak pernah menjanjikan kalau adanya program 100 hari kerja. Tidak semua pemimpin harus ada program 100 hari kerja.
"FPM ini masih bodok dan dungu mereka tidak ikut perkembangan kepemimpinan H2N selama ini maupun waktu kampanye. Jika ada janji baru ditagih, kalau tidak ada janji ngapain kalian evaluasi," tulis Frans.
Saking geramnya, ia pun menganggap FPM tak paham soal kata evaluasi.
