Menanggapi penolakan itu, Sekretaris Jenderal FPM, Robert Dacing mengatakan bahwa pihaknya akan tetap menggelar dialog publik itu meski menuai komentar negatif dari para pendukung.

Robert menjelaskan tujuan dari diskusi publik itu bukan soal program atau janji H2N tetapi bagaimana kinerja H2N dalam 100 hari memimpin Manggarai.

Baca Juga: Pemkab Muna Siapkan Rp 1 Miliar Benahi Gedung Pasar Laino

"Konsep kami dalam diskusi kali ini bukan fokus di program 100 harinya. Tapi bagaimana kinerja H2N dalam 100 hari tersebut sehingga masyarakat bisa menilai," kata Robert menjawab Telisik.id

Ia menambahkan, pasca H2N dilantik telah dijelaskan bahwa program 100 hari itu memang tidak menjadi patokan. Namun ada empat aspek yang menjadi fokus utama H2N, yakni penanganan COVID-19, RPJMD, reformasi birokrasi, penataan kota Ruteng dan pengelolaan sampah. Hal itulah yang akan dievaluasi.