Epidemiolog dari Universitas Indonesia, Helda, mengatakan kurva puncak penularan COVID-19 di Indonesia sulit diprediksi. Padahal, kata dia ketersediaan data yang baik menjadi dasar memprediksi kurva puncak penularan COVID-19 di Indonesia.
"Epidemiolog sekarang lagi bekerja keras untuk estimasi. Walaupun, kadang-kadang agak susah karena data awal kita enggak bagus. Semestinya data awal kita bagus kemudian kita bisa prediksi kapan kurvanya mencapai puncaknya," kata Helda dalam sebuah diskusi, dikutip detik.com, Selasa (6/7/2021).
3. Keterisian RS Covid-19 di Jawa Capai 90 Persen
Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Dewi Nur Aisyah mencatat, tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) ruang isolasi pasien terpapar COVID-19 di rumah sakit seluruh provinsi Pulau Jawa mencapai 81 hingga 90 persen per Selasa (6/7/2021).
Sementara untuk keterisian kamar di ruang Intensive Care Unit (ICU) berkisar 78 hingga 96 persen. Rata-rata kapasitas keterpakaian tempat tidur itu melampaui ambang batas aman BOR RS yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni sebesar 60 persen.
