Pendapat ini juga didukung oleh Syekh Muhammad bin Ali asy-Syaukani, yang dalam salah satu karyanya menyebut bahwa Raja Mudhaffar adalah sosok yang menginisiasi perayaan ini. Raja tersebut memperingati Maulid Nabi dengan penuh khidmat dan kemuliaan, serta melibatkan banyak ulama dan umat Islam di wilayahnya.
Peringatan ini kemudian menyebar ke berbagai daerah dan menjadi tradisi yang terus dilakukan hingga saat ini.
Namun, pendapat lain muncul dari seorang sejarawan Mesir, Hasan as-Sundawi. Dalam kitabnya, ia menyebut bahwa perayaan Maulid Nabi pertama kali diadakan oleh Dinasti Fatimiyah, yang diprakarsai oleh Ubaid al-Mahdi.
Dinasti Fatimiyah adalah dinasti yang berkuasa di Mesir dan Afrika Utara pada abad ke-10 hingga ke-12 Masehi. Mereka merayakan berbagai peringatan kelahiran, tidak hanya Maulid Nabi, tetapi juga kelahiran Sayyidina Ali, Sayyidah Fatimah, serta Sayyudina Hasan dan Husain.
Baca Juga: Bahaya Dengki, Lenyapkan Amal Kebaikan
