"Jika kamu bersabar dan bertakwa, dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda," (QS. Ali Imran: 125).
Makna syukur
Syukur adalah menyadari bahwa tidak ada yang memberi kenikmatan kecuali Allah SWT. Ar-Raghib Al-Isfahani, seorang pakar bahasa Al-Qur'an, menulis dalam Al-Mufradat fi Gharib Al-Qur'an bahwa kata syukur mengandung arti gambaran dalam benak tentang nikmat dan menampakkannya ke permukaan.
Kata "syukur" ini berasal dari kata “kasyara” yang berarti "membuka" sehingga ia merupakan lawan dari kata "kafara" (kufur) yang berarti menutup, yang salah satu artinya adalah melupakan nikmat dan menutup-nutupinya.
Dengan demikian, hakikat syukur adalah menampakkan nikmat, sedangkan hakikat kufur adalah menyembunyikannya. Menampakkan nikmat, antara lain berarti menggunakannya pada tempatnya dan sesuai dengan yang dikehendaki oleh pemberinya. Bersyukur juga berarti menyebut-nyebut nikmat dan pemberinya secara lisan, sesuai dengan petunjuk Al-Qur'an.
