"Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya," (QS. Adh-Dhuha: 11).
Allah SWT menghubungkan syukur dengan zikir. Orang yang bersyukur kepada-Nya niscaya adalah hamba-Nya yang senantiasa berzikir (ingat) kepada-Nya. Allah SWT berfirman:
"Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku," (QS. Al-Baqarah: 152).
Kedudukan syukur sangatlah penting, karena bersyukur ternyata merupakan indikator keimanan kepada Allah SWT. Salah satu ayat Al-Qur'an menggambarkan sikap bersyukur sebagai penyembahan tunggal kepada Allah SWT. "Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik, yang kami berikan kepadamu. Dan bersyukurlah kepada Allah jika memang hanya Dia saja yang kamu sembah," (QS. Al-Baqarah: 172).
Bagaimana bersyukur dalam penerapannya?
