Menurut Al-Ghazali, cara bersyukur adalah dengan hati, lisan, dan anggota-anggota tubuh lainnya. Syukur dengan hati adalah tidak mengalamatkannya kepada makhluk dan senantiasa menghadirkannya dalam zikir kepada Allah SWT.
Syukur dengan lisan adalah menampakkannya dengan pujian-pujian yang ditujukan kepada-Nya. Adapun dengan anggota-anggota tubuh yang lain adalah dengan menggunakan kenikmatan-kenikmatan Allah SWT di dalam ketaatan kepada-Nya dan merasa takut untuk menggunakannya dalam kemaksiatan.
Melansir dari detik.com, perkataan sabar sering dijumpai di masyarakat. Ketika ada musibah, maka bersabarlah, itu sering disampaikan seseorang pada orang yang mengalami musibah. Maka sabar, kita artikan sebagai sikap tabah menjalani penderitaan saat menghadapi kejadian yang sulit (musibah, sesuatu yang masih dicari jalan keluarnya dan lain lain).
Istilah sabar ini muncul seratus kali dalam ayat-ayat Al-Qur'an dan hadis Rasulullah SAW. Seperti firman Allah SWT,
"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan beritakanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang ditimpa musibah, mereka mengucapkan," Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali."
