Pada kelompok Belanja Operasi diproyeksikan sebesar Rp 509,4 Milyar yang dialokasikan untuk belanja Pegawai Rp 324,7 Milyar, Belanja Barang dan Jasa sebesar Rp 171,4 Milyar, Belanja Bunga sebesar Rp 5 Milyar, Belanja Hibah sebesar Rp 7,5 Milyar, dan Belanja Bantuan Sosial sebesar Rp 742,5 Juta.

Pada kelompok Belanja Modal diproyeksikan sebesar Rp 146 Milyar atau turun sebesar 33?ri tahun 2021 yakni Rp 218,3 Milyar. Alokasi anggaran untuk belanja modal dimanfaatkan untuk belanja modal tanah, belanja peralatan dan mesin, belanja gedung dan bangunan, belanja modal jalan, jaringan dan irigasi, serta belanja modal aset tetap lainnya.

"Khusus untuk Belanja Tidak Terduga kita proyeksikan mengalami peningkatan dari Rp 5 Milyar tahun 2021 menjadi Rp 10 Milyar tahun 2022, yang bertujuan untuk mitigasi bencana alam termasuk dalam hal ini pandemi COVID-19," tuturnya.

Kemudian pada kelompok Transfer Belanja diproyeksikan tetap sebagaimana tahun lalu yakni sebesar Rp 178,8 Milyar yang hampir seluruhnya untuk belanja Dana Desa dan Alokasi Dana Desa.

Untuk kebijakan Pembiayaan Daerah, khususnya Penerimaan Pembiayaan hanya bersumber dari Silpa sebesar Rp 5 Milyar. Sedangkan pada pos Pengeluaran Pembiayaan, kita alokasikan anggaran untuk pembayaran pokok utang sebesar Rp 78 Milyar dan penyertaan modal sebesar Rp 2 Milyar.