Menurut Wiku, ada dua kemungkinan mengapa data tersebut hanya sebesar 7 persen.

Pertama, karena fasilitas kesehatan yang merawat pasien belum mengisi data pasien secara lengkap.

Kedua, pasien memang tidak memiliki komorbid. Penyakit penyerta berdasarkan data di atas, hipertensi menjadi penyakit penyerta pasien positif COVID-19 terbanyak yang diderita pasien, yaitu sebesar 52,8 persen.

Baca juga: Verifikasi Faktual Calon Penerima Beasiswa Terhambat COVID-19

Kemudian, diabetes dengan 33,3 persen, dan penyakit jantung sebesar 20,7 persen. Beberapa pasien juga sebelumnya telah memiliki penyakit paru kronis (16,1 persen), gangguan napas lain (8,2 persen), ginjal (5,2 persen), dan asma (3,2 persen).