Baca juga: Pihak Bandara Halu Oleo Belum Terima Jadwal Kedatangan TKA
Rahmat juga mengatakan, penggunaan TKA dalam sebuah proyek investasi merupakan praktek yang sangat biasa terjadi di seluruh dunia, karena hal tersebut terkait dengan penuntasan sisa pekerjaan dari pembangunan smelter.
"Nanti setelah terpasang dan ada transfer teknologi, pasti mereka pulang," paparnya.
Rahmat juga mengajak mahasiswa untuk berbesar hati, menangkap investasi yang hadir merupakan kesempatan emas yang tidak datang dua kali.
Meskipun demikian, Rahmat juga menyarankan kepada pihak perusahaan, dalam hal ini PT VDNI dan PT OSS sebagai pihak yang mendatangkan TKA untuk terus membuka ruang diskusi kepada masyarakat. Terutama dengan kalangan mahasiswa yang hingga kini masih terus resisten terhadap kedatangan 500 TKA China tersebut.
