Ia menambahkan, faktor curah hujan yang tinggi beberapa waktu terakhir turut mendukung lingkungan sekolah terlihat kotor yang bersumber dari bekas jejak sepatu siswa. Padahal pihak sekolah juga memiliki cleaning service yang bertugas membersihkan halaman sekolah dan toilet sekolah.

Masrul mengaku sangat terkejut usai mendapatkan kabar kalau sekolah yang dipimpinnya mendapatkan predikat sekolah kurang bersih. Ia juga menyayangkan judul pemberitaan media yang hanya menyebut nama SMPN 6 Baubau sebagai sekolah kurang bersih, padahal ada beberapa sekolah yang turut masuk dalam daftar sekolah yang dicap kurang bersih oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Baubau.

"Saya kaget juga sih kok kenapa hanya sekolah saya yang disebut pada judul, padahal masih ada nama-nama sekolah lain yang dicap kurang bersih," imbuhnya.

Masrul berjanji akan terus melakukan pembenahan dalam meningkatkan kebersihan baik pada halaman sekolah maupun ruang belajar. Terutama penertiban larangan siswa untuk tidak lagi memakan jajanan di dalam ruang kelas belajar atau di sekitar kelas serta akan meningkatkan pengecatan di setiap ruang kelas.

Sementara itu, Telisik.id juga berupaya menghubungi pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Baubau untuk dimintai keterangannya terkait kriteria penilaian kebersihan sekolah.