KENDARI, TELISIK. ID - Dahulu wilayah Kerajaan Mekongga disebut Wonua Sorume (Negeri Anggrek), karena wilayah ini dikenal sebagai tempat tumbuhnya berbagai jenis Anggrek. Nama Mekongga baru digunakan setelah kerajaan tersebut terbentuk dengan maksud mengabadikan peristiwa terbunuhnya Kongga Owose (Burung Elang Raksasa) oleh Sangia Larumbalangi Raja Pertama Kerajaan Mekongga.
Disadur dari beberapa artikel, Konon Gunung Mekongga di Sulawesi Tenggara diberi nama demikian, karena merupakan tempat jatuhnya Kongga Owose atau burung elang raksasa. Kongga Owose mati setelah menyerang negeri Sorume.
Menurut legenda, seekor Kongga Owose tiba-tiba datang ke negeri Sorume (sekarang bernama Kolaka, Sulawesi Tenggara). Si Burung pemangsa raksasa nan menakutkan itu setiap hari mencuri hewan ternak untuk dimangsa. Para penduduk pun merasa khawatir, jika hal ini dibiarkan lambat-laun hewan ternak mereka akan habis. Bahkan mungkin saja burung raksasa tersebut suatu saat akan memangsa manusia.
Menurut cerita masyarakat, Kongga Owose mampu membawa terbang binatang seperti kerbau, sapi dan bahkan manusia. Ketika dia terbang selalu menimbulkan bayangan besar di bawahnya.
Pada abad 14 dua orang dari keluarga Sawerigading menuju Sulawesi Tenggara (Tanah Alau). Kedua saudara tersebut yaitu Larumbalangi (laki-laki) dan Wekoila (puteri). Dikisahkan, Wekoila ini adalah seorang puteri yang cantik, kulitnya putih bersih seperti koila. Nama sebenarnya dari Wekoila adalah Tenrirawe (We Tenrirawe).
