Larumbalangi kemudian memberikan saran dan petunjuk pada para utusan, agar mereka mengumpulkan bambu tua. Kemudian ujungnya dibuat runcing dan diolesi racun. Ia juga memberikan pendapat agar masyarakat Sorume mencari seorang pemberani, untuk membunuh burung raksasa tersebut.
Setelah itu, ratusan pendekar baik dari kalangan bangsawan maupun rakyat jelata, telah berkumpul untuk mengikuti sayembara. Setiap orang menunjukkan kemampuannya di hadapan sesepuh negeri Sorume. Akhirnya setelah melewati persaingan ketat, terpilih seorang pemenang bernama Tasahea. Tasahea merupakan rakyat biasa dari negeri Loeya.
Para sesepuh kemudian memerintahkan penduduk untuk membuat membuat bambu runcing beracun kemudian dipasang di Padang Bende. Tasahea kemudian dimasukkan ke dalam lingkaran yang di kelilingi oleh bambu beracun. Masyarakat segera meninggalkan Tasahea berdiri sendirian di dalam bambu beracun untuk memancing Kongga Owose.
Saat Tasaeha berada di dalam perangkap, hewan tersebut tak kunjung datang. Hingga pada siang harinya tiba-tiba cuaca berubah menjadi mendung. Pada saat itulah, Tasahea melihat Kongga Owose terbang mendekatinya. Burung raksasa tersebut berusaha menyerang Tasahea. Tetapi belum sempat menyerang sayap burung raksasa itu tertusuk oleh bambu runcing beracun.
Tasahea tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, ia mengambil sebilah bambu runcing beracun kemudian menancapkannya ke bagian dada Kongga Owose. Burung itu sempat terbang tinggi namun tidak lama kemudian Ia jatuh ke sebuah gunung dan mati karena racun yang ada pada bambu runcing.
