Penduduk Negeri Sorume mengelu-elukan Tasahea sebagai pahlawan. Namun kegembiraan rakyat tidak berlangsung lama. Bangkai burung garuda raksasa ternyata menyebarkan wabah penyakit. Banyak penduduk dan tanaman banyak mati diserang ulat. Mengetahui hal ini para tetua adat kembali mengirim utusan untuk menemui Larumbalangi.

Sesampainya di negeri Solumba, para utusan menyampaikan permasalahan wabah yang berasal dari bangkai burung tersebut kepada Larumbalangi. Mendengar hal ini Larumbalangi segera berdoa kepada Tuhan agar menurunkan hujan deras.

Baca Juga: Isak Tangis Warnai Penertiban Lapak Pedagang di Kolaka

Atas doa Larumbalangi Negeri Sorume dilanda hujan sangat deras selama tujuh hari tujuh malam. Negeri Sorume mengalami banjir hebat sehingga bangkai Kongga Owose beserta ulat-ulat hanyut terbawa air. Setelah hujan reda dan banjir surut wabah penyakit beserta ulat yang melanda negeri Sorume akhirnya hilang.

Untuk menghargai jasa Tasahea dan Larumbalangi para tetua ada sepakat mengangkat Tasahea menjadi bangsawan. Sedangkan Larumbalangi diangkat sebagai pemimpin negeri Sorume. Gunung tempat jatuhnya burung garuda raksasa tersebut diberi nama Gunung Mekongga.