Melansir dari suara.com, mengutip dari wahdah.or.id, para salaf dahulu menjadikan campuran air hujan, minyak zaitun dan madu sebagai salah satu sarana pengobatan, karena disebutkan di dalam Al-Qur’an dan hadis bahwa air hujan dan minyak zaitun merupakan berkah sedang madu sebagai penyembuh.
Imam Al-Qurthubi rahimahullah dalam tafsirnya menukil kisah Auf bin Malik Al-Asyja’i rahimahullah yang terserang penyakit. Beliau berkata:
“Diriwayatkan bahwa Auf bin Malik Al-Asyja’i rahimahullah pernah terserang sakit. Maka dikatakan padanya, “Maukah kami mengobatimu?” Ia berkata, “Datangkan padaku air hujan karena Allah berfirman: "Dan Kami turunkan dari langit air yang berberkah." Kemudian ia berkata lagi, "datangkan padaku madu," karena Allah berfirman, "pada madu terdapat penyembuh untuk manusia." Datangkan pula padaku minyak zaitun karena Allah berfirman: "Ia berasal dari pohon yang berberkah." Maka didatangkan semua itu lalu ia mencampur semuanya, kemudian Auf bin Malik Al-Asyja’i rahimahullah meminumnya, hingga iapun sembuh." (Tafsir al-Qurthubi: 10/99).
Sebagian ulama menganjurkan pula untuk dibacakan pada air hujan itu Al-Qur’an dengan harapan bisa lebih memberi pengaruh pada kesehatan.
Salah satu manfaat air hujan selain untuk menyucikan tubuh adalah untuk menghilangkan gangguan dan was-was setan.
