Menurut Fraksi Demokrat, sebagai kabupaten pusat pengembangan komoditi kakao di Provinsi Sulawesi Tenggara, melihat kurangnya perhatian dan pemahaman masyarakat petani kakao khususnya di daerah terpencil agar kiranya dapat lebih dperhatikan atau dievaluasi.

Sehingga dapat menjadi prestasi dan menjadi momentum untuk mendorong kesadaran masyarakat petani kakao. Begitu juga kurangnya tenaga pengajar dan kurangnya tenaga kesehatan khususnya di daerah terpencil.

"Semoga dapat lebih diperhatikan, mengingat kita berada dalam masa pandemi COVID-19," jelas Nirma dari Fraksi Demokrat.

Selain itu, Fraksi Demokrat berpendapat, capaian-capaian kinerja pengelolaan APBD Tahun Anggaran 2021 cukup memberikan kontribusi positif bagi pembangunan Kolaka Utara di Tahun 2022 dan tahun-tahun mendatang.

4. Fraksi Karya Indonesia Raya (Gabung Partai Gerindra dan Golkar)