Karena inilah, Rasululllah bersabda: "Perbedaan di kalangan umatku merupakan rahmat", bisa diarahkan maknanya menjadi: "Perbedaan di kalangan umatku dalam semangat mereka terhadap berbagai macam pekerjaan, merupakan rahmat".
Dalam riwayat lain: "Seorang yang membawa tambang lalu pergi mencari dan mengumpulkan kayu bakar lantas dibawanya ke pasar untuk dijual dan uangnya digunakan untuk mencukupi kebutuhan dan nafkah dirinya maka itu lebih baik dari seorang yang meminta-minta kepada orang-orang yang terkadang diberi dan kadang ditolak." (Mutafaq 'Alaih).
Baca Juga: Setelah 2 Kali Pindah Agama Marcell Siahaan Putuskan Mualaf
Dikisahkan, suatu ketika Rasulullah SAW bertemu dengan Sa'ad Bin Mu'adz Al-Anshary dan bersalaman, Beliau merasakan telapak tangan Sa'ad yang kasar dan kering. Sa'ad Bin Mu'adz Al-Anshari memang tidak begitu dikenal. Namanya tidak sepopuler Abdurrahman bin 'Auf, saudagar kaya yang dermawan.
Rasulullah bertanya apa sebabnya. Sa'ad menjawab: "Saya membajak tanah untuk keluarga saya Ya Rasulullah". Mendengar jawaban itu, Rasulullah mencium tangan Sa'ad bin Mu'adz dan berkata: "Inilah tangan yang tak akan disentuh api neraka".
